PENGARUH DOSIS PUPUK K PADA BERBAGAI KONDISI....

22 Mei 2009

Oleh : Zamroni

 

PENGARUH DOSIS PUPUK K PADA BERBAGAI KONDISI LENGAS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH DI TANAH MEDITERAN

 

THE EFFECT OF K FERTILIZER RATE AT SOIL MOISTURE CONDITION DIFFERENT ON THE GROWTH AND YIELD OF PEANUT IN MEDITERAN SOIL

 

ABSTRACT

 

The objective of this experiment was to evaluate the effect of K fertilizer rate at soil moisture condition different on the growth and yield of peanut at in Mediterranean soil. This experiment was conducted in the plastic house 6 m x 6 in and height of 1.75 in on the farmer's field at Patran, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta from December 1999 until March 2000. A 4 x 4 factorial with three replications was arranged in Completely Randomized Design. The first factor was the rate of K fertilizer consisted of 4 levels, i.e. 0, 50, 100, and 150 kg KCI per ha. The second factor was the soil moisture condition in 4 levels, i.e. 25%, 50%, 75%, and 100% of field capacity. The Mediterranean soil originated from Muloserpeng, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta. The result of this experiment showed that the soil moisture condition affected the growth and yield of peanut,  such as leaf area, shoot dry weight, root dry weight, root-shoot dry weight ratio, net assimilation rate, number of nodules, filled pod number, dry pod weight, and dry seed weight. The 100% field capacity gave the highest yield, with the filled pod number of 13.4 the dry pod weight of 17.3 g, and the dry seed weight of 12.3 g. The rate of KCl application until 150 kg per ha did not improve the growth and yield of peanut, such as leaf area, shoot dry weight, root dry weight, root-shoot dry weight ratio, net assimilation rate, filled pod number, dry pod weight, and dry seed weight. The effect of KCI application appeared only on number of nodules i.e. the rate of 150 kg KCl per ha gave the number of nodules higher than without KCl application. There was no interaction between K fertilizer rate and soil moisture condition on the growth and yield of peanut.

Key-words: K fertilizer, soil moisture, peanut.

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah mediteran dengan kondisi lengas tanah yang berbeda yang dilaksanakan dalam rumah plastik berukuran 6 m x 6 m dan tinggi 1,75 m di lahan sawah Patran, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, mulai Desember 1999 sampai dengan Maret 2000. Percobaan faktorial 4 x 4 dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk K yang terdiri atas 4 aras, yaitu: 0, 50, 100, dan 150 kg KCl/ha. Faktor kedua adalah kadar lengas tanah yang terdiri atas 4 aras, yaitu: 25%, 50%, 75%, dan 100% kapasitas lapangan. Tanah yang digunakan adalah tanah mediteran yang berasal dari Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lengas tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman yang digambarkan oleh luas daun, berat kering trubus, berat kering akar, rasio berat kering akar-trubus, laju asimilasi bersih, jumlah bintil akar, jumlah polong, berat polong kering, dan berat biji kering. Kondisi lengas tanah 100% kapasitas lapangan memberikan hasil tertinggi dengan jumlah polong isi 13,4, berat polong kering 17,3 g, dan berat biji kering 12,3 g. Pupuk K dengan dosis sampai 150 kg KCl/ha tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman seperti luas daun, berat kering trubus, berat kering akar, rasio berat kering akar-trubus, laju asimilasi bersih, jumlah polong isi, berat polong kering, dan berat biji kering. Pengaruhpupuk K hanya tampak pada jumlah bintil akar yang nyata lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pupuk K. Tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk K dan kondisi lengas tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.

Kata kunci: pupuk K, lengas tanah, kacang tanah